Sunday, 31 July 2011

Overbought dan Oversold

Overbought dan Oversold merupakan keadaan dimana harga tidak dapat lagi melanjutkan trendnya dikarenakan sudah terlalu mahal atau terlalu murahnya harga sehingga trend tidak dapat lagi dilanjutkan. Berbeda dengan sup dan res yang merupakan level psikologis yang pada dasarnya hanyalah kesepakatan bersama tidak resmi diantara sesama trader, OB dan OS sendiri merupakan sebuah keadaan yang lumrah dan nyata terjadi di pasar (bukan semata perkara psikologis).


Andaikata sebuah trend naik sedang terjadi, maka dalam keadaan ini mata uang menjadi lebih mahal dari biasanya. Jika kita menemukan grafik GBPUSD sedang menanjak naik misalnya, itu artinya GBP sedang bertambah mahal nilainya dibandingkan USD. Pelaku pasar terus menerus memburu GBP dikarenakan diharap harga akan terus beranjak naik dan mereka pun masih memiliki modal yang cukup untuk melakukan aksi belinya.

Namun akan ada suatu titik dimana pembeli tidak mungkin lagi membeli GBP dikarenakan harganya sudah terlalu mahal. Bukan saja perkara pendapat pembeli bahwa harga terlalu mahal, tapi lebih dari itu adalah modal mereka sudah tidak dapat lagi mencukupi untuk membeli GBP dalam jumlah tertentu. Nah keadaan inilah yang dinamakan titik jenuh beli atau OB.

Sebaliknya ketika downtrend sedang terjadi, akan ada suatu titik dimana harga akan berhenti turun dikarenakan harga jual sudah terlalu murah sehingga penjual tidak mungkin lagi menjual mata uangnya atau mereka akan merugi. Inilah yang dinamakan jenuh jual OS.

Dalam keadaan harga mencapai titik OB atau OS nya maka diharapkan harga akan berbalik arah dan trend akan segera berhenti. Jadi ketika bergerak naik dan titik OB sudah tercapai, maka harga akan kembali trend naik akan berhenti lalu digantikan dengan bergerak turunnya mata uang. Begitu juga sebaliknya ketika harga bergerak turun lalu kemudian memasuki area OS maka harga akan bergerak kembali naik dan trend turun pun berhenti.

Sering kali OB dan OS juga terjadi pada titik-titik Sup dan Res dikarenakan memang keduanya adalah titik yang bersifat sama yaitu trend counter. Namun tidak selalu demikian. Tentu saja keputusan buy dan sell akan sangat menunjang sekali apabila harga tidak berada pada titik-titik ekstrim ini.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya menentukan titik OB dan OS ini? Cara yang termudah adalah dengan menggunakan indikator bertipe Oscillator seperti RSI atau Stochastic. Indikator-indikator ini memang dirancang untuk menentukan titik-titik OB dan OS.

Mari kita gunakan salah satu contoh indikator: yaitu Stcohastic Oscillator. Pada Stocastic, area OB terjadi ketika nilai Stochastic berada pada level diatas 80 dan OS terjadi ketika Stochastic berada pada level dibawah 20. perhatikan gambar berikut ini:









 








Area yang diarsir berwarna oranye merupakan area jenuh beli dan jenuh jual. Anda dapat melihatnya pada lingkaran berwarna merah yang saya gambarkan. Ketika harga bergerak turun dan kemudian menyentuh area jenuh jualnya maka harga kembali bergerak naik dikarenakan harga sudah terlalu murah untuk dijual oleh penjual. Keadaan yang sama juga terjadi pada area jenuh beli.

Perihal penggunaan Stiochastic ini lebih detil kita akan bahas pada sesi berikutnya dari analisa teknikal. Harap bersabar.
Nah dengan memperhatikan kita dapat memperkirakan kapankan sebuah trend berakhir dan digantikan dengan trend berikutnya. Dengan demikian kita dapat mengatur timing pembukaan posisi menjadi lebih baik lagi.


KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK DAFTAR FOREX TRADING

masterforex.org

Wednesday, 27 July 2011

Pengertian Support dan Resistance

Dalam melakukan investasi pada saham, indeks, forex maupun komoditi, para analis dan trader maupun investor dituntut kemampuannya dalam membaca arah pergerakan harga. Untuk kepentingan hal tersebut berbagai teknik analisa telah dikembangkan dan diaplikasikan, dan salah satu bagian yang penting dalam proses analisa ini adalah analisa teknikal.


Salah satu tools of analysis (alat analisa) yang paling banyak digunakan sebagai analisa teknikal adalah analisa support dan resistance. Hal ini dikarenakan bahwa selain relatif mudah, analisa dengan menggunakan support dan resistance mampu meningkatkan akurasi analisa pergerakan harga.


Support dan Resistance, Pengertian Dasar.

Support dan Resistance menggambarkan perkiraan dimana dorongan terhadap pergerakan harga baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand) mencapai titik equlibrium. Pada kisaran tersebut jika tejadi excess supply maka harga akan cenderung turun dari kisaran tersebut dan jika terjadi excess demand maka harga akan cenderung naik dari kisaran tersebut. Dan jika kekuatan dari penawaran maupun permintaan relatif seimbang maka harga akan cenderung bertahan, konsolidasi atau sideways pada kisaran tersebut. Secara sederhananya excess supply (penawaran belebihan) menyebabkan bearish dan excess demand (permintaan berlebihan) menyebabkan bullish.


Pengertian Support.

Support adalah kisaran harga dimana pada level atau kisaran tersebut diperkirakan permintaan cukup kuat untuk dapat menahan harga jatuh lebih lanjut. Logika sederhananya adalah ketika harga turun mendekati kisaran support, menyebabkan meningktanya keinginan investor untuk membeli saham, indeks atau mata uang tertentu. Dan ketika harga menyentuh kisaran tersebut maka diperkirakan demand akan melebihi supply sehingga penurunan harga akan tertahan.

Namun demikian perlu diingat bahwa kisaran pada Support tidak berarti harga pasti akan tertahan di kisaran tersebut, selalu terbuka kemungkinan bahwa kisaran support dapat ditembus atau dilewati, dimana hal tesrebut mengindikasikan meningkatnya supply lebih besar daripada demand. Dalam hal support dapat ditembus maka perlu dibuat support lainnya yang berada dibawah garis support sebelumya.


Pengertian Resistance.

Resistance adalah tingkat harga dimana kecenderungan menjual pada kisaran tersebut diperkirakan cukup kuat untuk menahan laju kenaikan harga. Logika dasarnya adalah bahwa jika terjadi kenaikan harga yang mendekati kisaran resistance, maka kecenderungan trader ataupun investor untuk menjual semakin meningkat. Dan di lain pihak ketika harga dipersepsikan terlalu tinggi maka kecenderungan membeli akan relatif menurun. Sehingga pada saat harga menyentuh kisaran resitance, diperkirakan bahwa supply akan melebihi demand sehingga akan menahan laju kenaikan harga.


Letak Support.

Biasanya kisaran atau garis support ditetapkan di bawah harga running (harga yang sedang berlaku pada saat itu). Trader pada umumnya tidak mengambil posisi pada saat harga berada pada garis support atau dekat dengan kisaran tersebut, mengingat kecenderungan pergerakan harga memiliki ketidakpastian yang lebih tinggi.


Letak Resistance.

Kisaran resistance biasanya berada diatas harga running (harga yang pada saat itu tengah berlaku). Seperti halnya support, pada kisaran ini pada umumnya trader dan investor cenderung menahan diri untuk mengambil posisi mengingat meningkatnya level of uncertainty. Dan selain itu juga, seperti halnya support, dalam menetapkan kisaran resitance, para analis, trader ataupun investor lebih memilih zona resistance (resistance zone).













Metode Dalam Menetapkan Level Support dan Resistance

Setelah dikemukakan pemahaman tentang apa itu support dan apa itu resistance pada bagian sebelumnya, maka pada bagian ini akan dipaparkan bagaimana metode dasar untuk menetapkan support dan resistance.

Metode dalam menetapkan level support dan resistance pada dasarnya terbagi atas beberapa yaitu metode untuk tingkatan pemula, metode untuk tingkatan madya dan metode untuk tingkatan lanjut. Walaupun demikian perlu ditekankan bahwa tidak berarti metode yang semakin tinggi akan memberikan profit yang lebih tinggi. Metode tingkatan pemula walupun lebih sederhana, namun tetap merupakan alat analisa yang sangat baik sehingga tetap dipergunakan oleh trader-trader profesional.



Metode Untuk Pemula : Metode Visual Sederhana.

Metode visual sederhana dalam penetapan support dan resistance adalah metode yang relatif paling mudah. Untuk menetapkan support secara visual adalah dengan secara sederhana menarik garis atau area dari candle stick sebelumnya. Untuk menetapkan support secara visual maka garis support ditetapkan pada titik-titik terjadinya balikan (reversal) pada candle stick.








Metode Trading Range


Metode Trading Range (membuat kisaran perdagangan, atau metode pita/band) dapat memberikan peranan yang penting dalam menentukan posisi support dan resistance. Pada metode ini support atau resistance dapat berfungsi sebagai critical point (titik kritis) dimana dapat berfungsi titik balik (turning point) atau pola berkelanjutan (continuation).

Trading range adalah sebuah periode dimana harga cenderung bergerak dengan ketat, atau pada fase konsolidasi. Hal tersebut memberikan sinyal mengenai tekanan dari sisi supply maupun demand. Pada saat terjadi break out keluar dari trading range baik diatas maupun dibawah maka menunjukkan tekanan dari pihak mana yang lebih kuat. Jika break out keatas berarti tekanan dari sisi demand yang unggul dan jika break out ke bawah maka tekan dari sisi supply yang unggul.

KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK DAFTAR FOREX TRADING

masterforex.org

Pengertian Trend

Konsep dasar tentang tren (trend) adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa pasar berbasis teknikal. Semua tool yang digunakan chartist seperti level support dan resistance, price patterns, moving average, trendline, dll, semuanya bertujuan sama yaitu untuk membantu mengukur tren pasar, dalam rangka berpartisipasi dalam tren tersebut. Anda mungkin sering mendengar istilah populer seperti “always trade in the direction of the trend”, “never buck the trend”, atau “the trend is your friend”. Tulisan singkat ini mencoba mengupas dan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan tren dan mengklasifikasikannya dalam beberapa kategori.

Secara umum, tren adalah ke arah mana pasar bergerak. Tapi kita membutuhkan definisi yang lebih akurat untuk dapat memanfaatkannya dalam analisa teknikal. Pertama yang harus diingat adalah bahwa gerakan harga tidak berbentuk garis lurus ke satu arah. Pasar bergerak dalam bentuk serangkaian zigzag. Gerakan Zigzag ini membentuk rangkaian gelombang yang berurutan, dengan puncak (peak/top) dan “tembusan” (through) yang cukup jelas. Arah peak dan through ini yang menentukan tren pasar.
Peak dan through ini bergerak naik, turun, atau menyamping (sideways). Arah gerakan inilah yang memberitahukan kita tentang tren pasar.
Sebuah tren menaik (uptrend) didefinisikan sebagai serangkaian urutan peak dan through yang menaik.


Tren menurun (downtrend) adalah kebalikannya, yaitu serangkaian peak dan through yang semakin menurun.


Adapun serangkaian peak dan through yang cenderung menyamping disebut sebagai sideways/ranging.

KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK DAFTAR FOREX TRADING

masterforex.org

Sunday, 24 July 2011

JENIS GRAFIK FOREX

Pemakaian grafik atau chart adalah hal yang paling penting dalam analisis teknikal karena satu-satunya objek yang digunakan adalah pergerakan harga yang dapat di petakan ke chart/grafik. Beberapa jenis grafik forex yang sering dipakai dalam analisis teknikaladalah sebagai berikut:



1. Line Chart

Atau bisa disebut grafik garis, grafik ini terbentuk/ditrarik dari garis sederhana yang menghubungkan dari satu harga penutupan ke harga penutupan berikutnya. Bila dirangkai dengan menjadi sebuah garis berkesinambungan, dimana kita dapat melihat pola pergerakan harga suatu pasangan mata uang selama jangka waktu tertentu. Lihat pada gambar dibawah ini: 





2. Bar Chart

Dalam grafik bar, mengandung informasi : harga pembukaan(Open), harga penutupan(Close), serta dinamika pergerakan harga(High/Tertinggi - Low/Terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah, sementara bagian atas adalah harga tertinggi, dalam suatu kurun waktu tertentu. Kurun waktu ini bervariasi, bisa dalam 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam, 1 hari, dan 1 bulan.
Dalam istilah trading forex kurun waktu ini sering pula disebut dengan Time Frame.
Garis potong disebelah kiri menunjukkan harga pembukan, dan di sebelah kanan menunjukan harga penutupan. Lihat gambar dibawah untuk lebih jelasnya.


 
Grafik bar ini juga sering disebut dengan 'OHLC' chart. Mengacu dari Open High Low dan Close


3. Candlestik Chart


Grafik Candlestick atau bisa juga disebut grafik lilin, menunjukkan informasi yang sama seperti pada grafik bar, namun grafik lilin tampil dalam format grafik yang lebih cantik dan indah. Dalam grafik lilin pada bagian tengah garis vertikal akan lebih lebar sehingga membentuk sebuat kotak/box. Kotak ini akan diberi warna dimana akan menandakan bahwa harga naik atau turun. Bila kotak tidak berwana/putih, menandakan harga naik, sedangkan bila kotak berwana hitam menandakan harga turun. Lihat gambar dibawah ini. 


Dalam perkembangannya, orang lebih terbiasa menandakan bahwa sesuatu yang naik dengan warna hijau dan sesuatu yg turun dengan warna merah. Jadi dalam aplikasi grafik lilin biasa pula ditampilkan dengan konfigurasi warna hijau dan merah.





Jadi bila dalam kurun waktu tertentu harga penutupan > harga pembukaan, maka kotak akan berwarna hijau/naik. Sebaliknya apabila harga penutupan < harga pembukaan, maka kotak akan berwarna merah.
Dengan demikian diharapkan dapat membantu dan mempercepat trader dalam melakukan analisa teknikal. 

Baik, mari kita lihat tampilan grafik lilin, pada gambar di bawah ini.. Cantik sekali bukan ?




Jadi tujuan pembuatan kotak dan diwarna pada grafik lilin adalah memberikan efek bantuan secara visual bagi trader/kita, agar lebih cepat dalam melihat.

Sampai disini, pertanyaanya : Baik jadi mana yg harus digunakan ? jawabannya jelas yaitu grafik ke 3 = grafik lilin/candlestick. Rata-rata semua trader akan menggunakan grafik lilin ini. Dan sampai saat ini tetap dianggap yg paling bagus, lengkap, mudah dan informatif. 

Berikut adalah nilai plus lebih dalam menggunakan grafik candlesticks : 
* Memberikan kemudahan dalam menafsirkan suatu pergerakan harga.
* Kemudahan untuk dipahami.
* Nantinya pola rangkaian lilin, akan disimpulkan dalam pola-pola tertentu, dimana itu dapat digunakan sebagi proyeksi pergerakan dalam analisa forex.
* Grafik candlestick baik digunakan untuk mengidentifikasi titik balik(reversal) dari suatu tren.


KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK DAFTAR FOREX TRADING

masterforex.org

KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK DAFTAR FOREX TRADING

masterforex.org

Analisa Teknikal dan Fundamental

Sebelumnya kita telah mengenal apa itu forex , broker, cara deposit dan cara penggunaan metatrader . apakah kita sudah dikatakan bisa memutuskan buy atau sel dalam trading forex? tentu tidak, tanpa analisa dalam trading forex sama dengan judi .. untuk itu sebelumnya kita harus mengerti apa itu analisa teknikal dan analisa fundamental .
Ada dua dasar pendekatan untuk menganalisa pasar mata uang, analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental menganalisa secara terkonsentrasi pada penyebab dasar dari pergerakan harga, sementara analisa teknikal mempelajari pergerakan dari harga itu sendiri.

  • Technical analysis



  • Sebuah analisa teknikal adalah sebuah penggunaan tindakan untuk berusaha memprediksikan pergerakan harga di masa mendatang, dengan berdasarkan pada analisa waktu yang telah lampau dan pembacaan atau mengerti akan penggambaran grafik tersebut. Walaupun selama timbulnya berbagai macam pemikiran pada berbagai bentuk dalam sebuah analisa teknikal, pada umumnya semua berdasarkan pada sejarah grafik dari mata uang tersebut. Selama salah satu menyadari berbagai perbedaan dari analisa fundamental dan teknikal, kedua-duanya pula dapat digunakan untuk menyambungkan satu dengan yang lainnya, bahkan kadangkala keduanya memiliki kesimpulan yang berbeda.

  • Fundamental Analysis



  • Suatu pembelajaran dari situasi secara spesifik, seperti peperangan, penemuan, dan perubahan dalam suatu badan pemerintahan, dimana dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran, dan terkonsekuensikan pula pada harga di pasar. Analisa fundamental terdiri dari pemeriksaan atas indikator dari makroekonomi, pertimbangan aset pasar dan politik ketika mengevaluasi sebuah mata uang negara di waktu tertentu antara satu dengan yang lainnya. Indikator ekonomi makro termasuk diantaranya adalah nilai-nilai seperti nilai pertumbuhan, seperti yang disebutkan oleh Nilai Kotor Produk pendapatan Dalam Negeri, tingkat suku bunga, inflasi, pengangguran, pasokan uang, Cadangan devisa negara, dan produktifitas. Aset pasar terdiri dari saham-saham, obligasi dan perumahan. Pertimbangan politik berakibat pada tingkat kepercayaan pada sebuah pemerintahan suatu negara, keadaan situasi stabilitas keamanan dan tingkat kepastian. Kadangkala pemerintah berdiri pada saat pasar memaksa untuk memberi dampak serius pada keuangan mereka, maka dari pada itu, pemerintah mengadakan campur tangan langsung untuk menjaga keuangan negara meraka agar tidak terdeviasi terlalu jauh dari tingkat yang diinginkan. Intervensi keuangan diprakarsai oleh Bank Sentral dan biasanya terjadwal walaupun sempat berdampak pada pasar Forex untuk sementara. Sebuah Bank Sentral dapat mengambil tindakan pembelian/penjualan secara global untuk setiap mata uangnya kepada mata uang lainnya, atau mengikatkan diri pada intervensi secara bersama dimana berkolaborasi dengan bank sentral lainnya untuk setidaknya mempertegas efek intervensi tersebut. Secara alternatif, beberapa negara dapat mengatur mata uang mereka masing-masing, yaitu dengan cara memberikan petunjuk atau memberikan sebuah ancaman untuk mengintervensi.

  • Technical Analysis or Fundamental Analysis ?



  • Salah satu perdebatan paling dominan didalam analisa pasar keuangan adalah tentang hubungan validasi atas deretan bertingkat terbesar kedua analisa, yaitu Fundamental dan Teknikal. Didalam Forex, beberapa pembelajaran menyimpulkan bahwa analisa fundamental lebih efektif dalam hal memprediksikan arah pergerakan untuk jangka panjang ( lebih dari satu tahun), sementara itu analisa teknikal lebih kearah kepastian untuk jangka waktu yang pendek ( 0-90 hari). Menggabungkan kedua pendekatan tersebut adalah merupakan suatu langkah terbaik untuk penempatan pada periode 3 bulanan dan satu tahunan. Meskipun demikian, bukti empiris lebih lanjut membuka tabir bahwa analisa teknikal untuk jangka panjang menolong untuk mengidentifikasikan gelombang pergerakan untuk jangka panjang, dan pada saat itu faktor dari fundamental memicu pengembangan untuk jangka pendeknya.
    Akan tetapi kebanyakan dari para trader lebih mematuhi analisa teknikal karena tidak memerlukan waktu berjam jam untuk mempelajarinya. Analisa teknikal dapat mengikuti banyak pergerakan mata uang dalam satu waktu. Analisa fundamental, bagaimanapun juga, berupaya untuk mengukuhkan diri pada jumlah data yang terlalu berlebihan di dalam suatu pasar. Analisa teknikal bekerja dengan baik karena pasar keuangan selalu berupaya membangun suatu arah pergerakan yang kuat. Ketika saat analisa teknikal telah digariskan, maka akan dapat dipergunakan secara mudah untuk berbagai batasan waktu didalam transaksi pasar uang.

    KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK DAFTAR FOREX TRADING

    masterforex.org

    Thursday, 14 July 2011

    Aktivasi Office 2010

    malam sobat , goespar akan sedikit berbagi tentang aktivasi ofice 2010,, .kemarin sedikit kesel dengan munculnya activasi ofice 2010 adanya peringatan batas waktu lagi 3 hari akan non aktif ,,huh jadi kalang kabut juga ..he. setelah googling selama seharian penuh akhirnya ketemu juga crack atau aktivasi dari blog sebelah,, aku kloning aja ya .. silahkan baca 

    Berikut langkah-lagkahnya.
    1. Install Office 2010 anda
    2. Setelah selesai menginstall Download KMS Activator
    3. Lalu Aktifasikan Office 2010 kalian dengan KMS Activator atau dengan Activator lainnya(jika KMS dideteksi oleh smadav tetapi antivirus luar tidak mendeteksi, disable smadav!!).
    Apakah Office anda sudah teraktivasi?

     Buka salah satu program contoh : Microsoft Office Word, lalu klik file lalu pilih help. PRODUCT ACTIVATED!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Semoga artikel ini dapat membantu kalian semua.